AMANAT Salah seorang murid menemukan tas yang berisi beberapa barang milik murid lainnya, di dalamnya juga berisi uang, dia menghadap bagian penyiaran sekolah dan mengumumkan penemuannya. Lalu datanglah si pemilik tas, kemudian dia memberitahukan isi tas tersebut dan menerangkan cirri-cirinya, lalu memberikan kepada pemiliknya.
Teman mereka berkata, "Seandainya aku yang menemukan niscaya kusembunyikan uangnya dan kuberikan tasnya, tak seorangpun yang mengetahui apa yang kulakukan."
Murid berkata, "Tahukah kamu kisah Amir bin Qais?"
Teman, "Bagaimana kisahnya?"
Murid bercerita, "Tatkala kaum muslimin menaklukan kota Madain di negara Persia, amir penaklukan menyuruh orang banyak untuk mengumpulkan ghanimah. Setelah pengumpulan selesai, datanglah seorang laki-laki yang memikul harta lalu menyerahkannya kepada mereka. Mereka kemudian membukanya dan mendapati di dalamnya emas dan batu-batu mulia yang jumlahnya setara dengan seluruh ghanimah yang telah mereka kumpulkan. Mereka berkata, "Kami tak pernah melihat yang sebanding dengan ini sama sekali."
Mereka kemudian bertanya kepada laki-laki itu, "Apakah kamu mengambil sedikit dari harta ini?"
Laki-laki itu menjawab, "Demi Allah, kalau bukan hak Allah di dalamnya niscaya tidak kuberikan kepada kalian dan tidak kuangkat dari tempatnya."
Mereka bertanya kepadanya, "Siapakah engkau?"
Dia menjawab, "Aku tidak akan memberitahukannya kepada kalian agar kalian memujiku, akan tetapi aku ingin memuji Allah dan aku ridha dengan ganjaran-Nya."
Mereka menyuruh seseorang mengikuti di belakangnya untuk mengetahui siapa sebenarnya dia, hingga akhirnya dia bertanya kepada teman-temannya, dan merekapun menjawab, "Dia adalah Amir bin Qais."
Tidaklah kita takut kepada Allah dalam urusan kita, lalu kita tunaikan amanat kita?"
Sumber: Asyabalunal 'Ulama (65 Kisah Teladan Pemuda Islam Brilian), Muhammad Sulthan